Ledakan Paling Besar & Terang di Semesta Tidak Datang dari yang Kita Sangka

Fictiondaily.org – Beberapa astronom sudah mencari secercah sinar super jelas yang misteri sampai ledakan luar angkasa yang terselinap, 1,1 miliar tahun sinar dari Bumi. Ledakan jauh ini, kemungkinan disebabkan karena tubrukan dua bintang neutron yang paling padat, bisa mengganti pengetahuan beberapa periset mengenai bagaimana sinar paling jelas dan paling dinamis di semesta alam terbentuk.

Dalam lima study baru yang diedarkan 7 Desember — empat di jurnal Nature (membuka di tab baru) dan satu di jurnal Nature Astronomy (membuka di tab baru) — astronom ikuti lajur ledakan panjang sinar jelas yang disebutkan cahaya gamma burst (GRB) yang teridentifikasi oleh beberapa teleskop pada Desember 2021.

GRB ialah ledakan paling jelas dan paling dinamis di semesta alam semenjak Big Bang. Mereka tiba dalam dua varietas khusus: panjang dan pendek. GRB pendek, yang berjalan kurang dari 2 detik, biasanya teridentifikasi di daerah ruangan tua yang sunyi dengan sedikit pembangunan bintang. Ledakan singkat ini kerap dihubungkan dengan tubrukan yang jauh di antara object masif, seperti bintang neutron (pokok bintang mati yang kecil, padat, dan roboh) dan lubang hitam. GRB panjang, dalam pada itu, bisa bertahan dimulai dari 2 detik sampai beberapa saat, dan nyaris selalu dibuat dari ledakan supernova luar biasa yang ikuti kematian bintang raksasa. Ini khususnya diketemukan di galaksi yang lebih muda dengan beberapa skema bintang aktif.

Ledakan Paling Besar & Terang di Semesta Tidak Datang dari yang Kita Sangka (1)
Ledakan Paling Besar & Terang di Semesta Tidak Datang dari yang Kita Sangka

GRB yang teridentifikasi pada Desember 2021 berkobar di luar angkasa sepanjang 50 detik. Dengan memakai data dari beberapa teleskop di penjuru dunia, beberapa periset secara cepat menelusuri daerah ruangan tempat GRB ada, memburu beberapa sisa ledakan supernova.

Tetapi masing-masing team capai ringkasan memusingkan yang serupa: Tidak terdapat bukti supernova di dekat GRB.

“Saat kami ikuti ledakan cahaya gamma yang panjang ini, kami mengharap itu akan ke arah pada bukti kehancuran bintang yang masif,” Wen-fai Fong, pendamping profesor astronomi dan fisika di Kampus Northwestern di Illinois dan salah satunya penulis Astronomi Alam. kertas, kata dalam sebuah pengakuan (terbuka di tab baru). “Kebalikannya, apa yang kami dapatkan benar-benar berbeda.”

Dalam gambar inframerah-dekat dari lokasi ledakan, beberapa periset mendapati bukti object yang paling redup yang capai kecemerlangan pucuk dalam sekian hari sesudah diagnosis GRB saat sebelum lenyap sampai nyaris gelap gulita. Semua data yang ada, dari luminositas object sampai berwarna sampai durasi waktunya, memperlihatkan jika itu ialah ledakan singkat tetapi kuat yang disebutkan kilonova.

“Dan kilonova cuma dapat datang dari penyatuan bintang neutron,” lebih Fong.

Ledakan Paling Besar & Terang di Semesta Tidak Datang dari yang Kita Sangka (2)
Ledakan Paling Besar & Terang di Semesta Tidak Datang dari yang Kita Sangka (2)

Dipacu oleh tubrukan hebat di antara beberapa benda besar, kilonova berkilau dengan 1% sampai 10% kecemerlangan ledakan supernova biasa, menurut Tubuh Antariksa Eropa. Sepanjang dasawarsa paling akhir, beberapa astronom sudah mendapati banyak kilonova sekalian menyelidik jantung semburan cahaya gamma pendek. Ini adalah bukti khusus yang menyambungkan GRB pendek dengan penyatuan bintang neutron.

Tetapi, beberapa periset tidak pernah menyaksikan GRB panjang yang rupanya datang dari tubrukan bintang neutron. Penulis study Nature baru sudah menjuluki GRB 50 detik dari Desember lalu sebagai “bola aneh” yang nampaknya dibikin secara sama dengan GRB pendek, cukup dengan durasi waktu yang panjang.

Proses tentu dibalik pembuatan GRB belum juga tahu untuk saat ini. Tetapi, saat menelusuri daftar penilaian cahaya gamma awalnya, penulis salah satunya study baru mendapati beberapa calon GRB “aneh” yang lain dengan durasi waktu panjang dan asal-usul kilonova prospektif, yang memperlihatkan jika sinar misteri di langit ini bukan kilatan sinar..

Menurut Fong, penemuan ini memutarbalikkan dua dasawarsa pengetahuan yang mapan mengenai asal mula GRB tapi memberi jalan baru yang prospektif untuk pada akhirnya ungkap rahasia mereka.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *